Guru Mata Pelajaran PAK dan BP Pada SD NEGERI BILUA DESA OEBAKI KECAMATAN NOEBEBA KAB.TTS PROV.NTT
Rabu, 04 November 2020
RPP Materi Arti Hidup Beriman dan Berpengharapan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
IDENTITAS
Sekolah : SMP Negeri Satu Atap Nefotes
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti
Kelas / semester : VIII /1
Materi Pokok : Arti sikap Hidup Beriman dan Berpengharapan
Pertemuan ke : 4
Alokasi waktu : 3 X 40 Menit
KKM : 72
A. Kompetensi Inti :
KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3 Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang / teori
B. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Spiritual Indikator Pencapaian Kompetensi sikap spiritual
1.1 Mensyukuri makna hidup beriman dan berpengharapan 1.1.1.Menunjukkan rasa syukur hidup berpengharapan
Kompetensi dasar sikap sosial Indikator Pencapaian Sikap Sosial
2.1 Menunjukkan sikap hidup beriman dan berpengharapan dalam relasi dengan sesama 2.1.1.Mempraktekkan sikap hidup orang yang beriman dan berpengharapan
2.1.2.Memilih sikap hidup yang beriman dan berpengharapan
2.1.3.Menyatakan pendapat tentang 2 contoh perilaku hidup berpengharapan di tengah keputusasaan
Kompetensi Dasar Pengetahuan Indikator Pencapaian Kompetensi Pengetahuan
3.1 Memahami arti sikap hidup beriman dan berpengharapan 3.1.1.Menyebutkan sikap - sikap hidup berpengharapan
3.1.2. Menjelaskan makna hidup berpengharapan
Kompetensi Dasar Ketrampilan Indikator Pencapaian Kompetensi Ketrampilan
4.1 Menyajikan karya yang berkaitan dengan cara hidup beriman dan berpengharapan dalam bentuk tindakan nyata 4.1.1.Membuat komitmen hidup berpengharapan dalam bentuk karangan, slogan atau pun puisi.
C. Tujuan Pembelajaran:
Pertemuan ke empat :
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintific dengan model discovery learning peserta didik dapat :
1. Menunjukkan rasa syukur hidup berpengharapan
2. Menampilkan 4 contoh perilaku hidup berpengharapan di tengah keputusasaan dalam menjalani hidup
3. Mengemukakan sikap- sikap hidup berpengharapan
4. Menjelaskan makna hidup berpengharapan
5. Membuat komitmen hidup berpengharapan dalam bentuk puisi, slogan ataupun karangan
D. Materi Pembelajaran
Materi : Arti Sikap Hidup Beriman dan Hidup berpengharapan
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintific learning
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Ceramah, tanya jawab dan diskusi
F. Kegiatan Pembelajaran.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan
Inti 1. Guru memberikan salam dan menanyakan keadaan siswa
2. Salah seorang peserta didik memimpin doa
3. Presensi ( mengecek kehadiran peserta didik)
4. Apersepsi
Menurutmu apa itu berpengharapan?
Mengapa orang kristen harus hidup berpengharapan?
Guru memperlihatkan gambar orang yang berpengharapan
5. Memberikan motivasi tentang manfaat mempelajari materi arti sikap hidup beriman dan berpengharapan .
6. Menyampaikan Kompetensi Dasar, IPK dan Tujuan Pembelajaran
1. a. Mengamati.
Mengamati sikap berpengharapan yang dilakukan oleh orang kristen.
Gambar 1 : orang yang Rajin berdoa.
Gambar 2 : Kesabaran.
Gambar 3 : Ketukunan.
Gambar 4 : Optimis.
b. Menanya : Apa yang diamati dan dipahami dari gambar di atas! Bagaimana sikap hidup berpengharapan?
c. Mengumpulkan data :
1. Peserta didik diajak berdiskusi dengan membaca cerita pendek tentang “ Uskup Agustinus”
KISAH HIDUP USKUP AGUSTINUS
Di kota Thagaste, Afrika Utara, tinggallah sebuah keluarga dengan tiga orang anak. Sang ibu bernama Monika. Sang ayah bernama Patrisius, seorang pejabat tinggi di pemerintahan. Berbeda dengan sang ibu yang merupakan orang Kristen yang taat, sang ayah membenci kekristenan. Tak segan-segan ia mencemooh istrinya bila hendak mengajarkan iman Kristen kepada anakanaknya. Di bawah pengaruh buruk sang bapak, anak sulungnya hidup dalam pesta pora, foya-foya, dan pergaulan bebas. Walaupun sang ibu terus menasihatinya, anak itu tetap saja bandel. Melihat perilaku anak sulung itu, Monika tentu sangat sedih. Segala cara sudah ia coba untuk menyadarkannya. Namun, ia selalu gagal. Monika tidak putus asa. Dengan sabar, ia terus berusaha membimbing anaknya. Ia juga tidak pernah putus berdoa bagi anak dan suaminya. “Kiranya Tuhan yang mahabaik dan mahakasih, melindungi dan membimbing suami dan puteraku ke jalan yang benar dan dikehendaki-Nya,” demikian ia berdoa. Doa itu ia naikkan bertahun-tahun dengan tekun dan tabah .
Suatu hari Patrisius sakit keras. Sesaat sebelum meninggal dunia, ia bertobat dan meminta agar dibaptis. Sayangnya, hal tersebut tidak membuat anak tertuanya berubah. Ia tetap hidup dalam dunia kelam, tidak mau bertobat dan terus menyakiti hati ibunya. Hingga suatu saat sang anak memutuskan untuk meninggalkan ibunya dan pergi ke Italia. Hati Monika benar-benar hancur. Ia begitu sedih harus berpisah dari anaknya. Apalagi di usianya yang ke-29 tahun, anaknya itu belum berubah. Namun Monika tidak kehilangan pengharapan. Ia terus mendoakan anaknya. Saat itu pun tiba. Di Italia, tepatnya di kota Milan, sang anak bertemu dengan Uskup Ambrosius yang kemudian membimbingnya secara pribadi. Akhirnya tepat pada 24 April tahun 387, doa Ibu Monika yang dinaikkan lebih dari 20 tahun itu terjawab. Hari itu, anaknya memberikan diri untuk dibaptis, memutuskan untuk hidup baru, dan bertobat untuk kemudian meninggalkan dosa-dosanya.
Tujuh bulan kemudian, sang anak kembali ke Afrika Utara dan kemudian menjadi Uskup di Hippo pada usia 41 tahun. Sang anak adalah Agustinus, yang kemudian dikenal sebagai seorang Bapa Gereja yang disegani dan dihormati. Seorang yang kemudian sangat berpengaruh dalam sejarah gereja. Terima kasih kepada Ibu Monika, yang tidak pernah kehilangan pengharapan dan tak sekalipun putus asa untuk mendoakan anaknya. Pengharapan yang mengubah hal yang sebelumnya mustahil menjadi kenyataan.
2. Peserta didik mengamati sikap- sikap hidup yang ditunjukkan oleh 3 tokoh yaitu Monika ,Patrisius dan Asgustinus dan menentukan tokoh manakah yang hidupnya berpengharapan dengan cara bertekun dalam doa,sabar,tabah dan selalu optimis
3. Peserta didik bertanya jawab sikap berpengharapan yang patut diteladani dalam cerita tersebut
4. Peserta didik bertanya jawab tentang makna hidup
berpengharapan
5. Peserta didik bertanya jawab tentang sikap yang harus dilakukan orang kristen yang berpengharapan dalam hidup.
6. Peserta didik diajak untuk dapat menyebutkan 4 contoh sikap berpengharapan yang dilakukan olehnya saat menghadapi keputusasaan
7. Peserta didik diajak untuk mengemukakan tentang ciri- ciri hidup berpengharapan
8. Hasil diskusinya dipresentasikan di depan kelas
d. Mengasosiasi :
1. Peserta didik diajak untuk mendalami firman Tuhan dalam Kitab Ibrani 6:9 dan memberikan pemahaman tentang pengharapan
e. Mengkomunikasikan
1. Peserta didik membuat komitmen hidup berpengharapan ( bisa berupa doa, karangan , puisi ataupun slogan) 10 menit
90 menit
Penutup 1. Bagaimana perasaanmu ketika mengikuti materi hari ini ?
2. Bersama-sama dengan peserta didik membuat simpulan / rangkuman hasil belajar.
3. Memberikan pertanyaan sebagai umpan balik :
“Apa yang kalian pelajari dari materi hari ini? Seandainya kalian itu Simeon dan Monika apa yang akan kamu lakukan untuk terus berpengharapan sekalipun jawaban Tuhan diperoleh dalam jangka waktu yang lama?”
4. Menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan minggu depan
5. Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. 20 menit
G. Penilian Pembelajaran , Remidial Dan Pengayaan
1. Penilian Sikap Spiritual
a. Teknik Penilian : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Lembar observasi
c. Kisi- kisi
Berilah tanda “centang” (√) yang sesuai dengan kebiasaan kamu terhadap pernyataan-pernyataan yang tersedia!
No Nama Siswa Pernyataan Kebiasaan
Selalu Sering Jarang Tidak Pernah
Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
1 Yoda Tefnai Rajin Berdoa pagi
Rajin berdoa malam
Rajin berdoa saat belajar
Sabar
Tabah
2. Sikap Sosial
a. Teknik Penilaian : Penilian sejawat ( antar teman)
b. Bentuk Instrumen : Daftar pertanyaan
c. Kisi- kisi :
No Sikap / Nilai Butir Instrumen
1. Kerjasama Senantiasa rajin berdoa , tabah , tekun dan optimis
2. Disiplin / tanggung jawab Berdoa saat makan, tidur dan mulai belajar
Berperilaku yang sabar, tekun dan optimis dalam hidup
3. Pengetahuan
a. Teknik : Tes tertulis
b. Bentuk Instrumen : Uraian
No Indikator Soal Butir Instrumen
1 Mengidentifikasi sikap dari 3 tokoh dalam cerita uskup Agustinus Sebutkanlah sikap dari 3 tokoh dalam cerita uskup Agustinus !
Interval nilai Pengetahuan :
No Nama Siswa Nama Tokoh Menyebutkan
3 sikap 2 sikap 1 sikap
30 20 10
1 Yoda Tefnai Monika
Patrisius
Agustinus
2 Yudith Mnune Monika
Patrisius
Agustinus
Penilaian Diskusi
No Indikator Soal Butir instrumen
1 Menyebutkan 4 sikap hidup berpengharapan di tengah keputus asaan Sebutkanlah 4 sikap hidup berpengharapan di tengah keputus asaan
Aspek dan rubrik penilaian:
1. Kejelasan dan ke dalaman informasi
(a) Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan ke dalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 100.
(b) Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan ke dalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 75.
(c) Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan ke dalaman informasi kurang lengkap, skor 50.
(d) Jika kelompok tersebut tidak dapat memberikan penjelasan dan ke dalaman informasi, skor 25.
No. Nama Peserta didik Aspek yang Dinilai Jumlah Skor Nilai Ketuntasan Tindak Lanjut
Kejelasan dan Kedalaman Informasi T TT R R
1
2
3
4
5
1) Keaktifan dalam diskusi
(a) Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 100.
(b) Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 75.
(c) Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 50.
(d) Jika kelompok tersebut tidak aktif dalam diskusi, skor 25.
No. Nama Peserta didik Aspek yang Dinilai Jumlah Skor Nilai Ketuntasan Tindak Lanjut
Keaktifan dalam Diskusi T TT R R
1
2
3
4
5
6
2) Kejelasan dan kerapian presentasi
(a) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 100.
(b) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 75.
(c) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 50.
(d) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan kurang jelas dan tidak rapi, skor 25.
No. Nama Peserta didik
Kelompok 1 Aspek yang Dinilai Jumlah Skor Nilai Ketuntasan Tindak Lanjut
Kejelasan dan Kerapian Presentasi T TT TR R
1 Yoda tefnai 80 80
2 Yudith Mnune 80 80
3 Eliaser Mnune 80 80
4 Sipri Balan 80 80
5 Mega Tuwan 80 80
6 Nirmawati Leob 80 80
7 Marselo Kase 80 80
No Indikator Soal Butir Instrumen
1 Membuat komitmen hidup berpengharapan dalam bentuk karangan, puisi ataupun slogan Buatlah komitmen hidup berpengharapan dalam bentuk karangan, puisi ataupun slogan
NO Aspek Yang Dinilai Skor Jumlah
1 2 3 4
1. Kesesuaian dengan tema
2 Penulisan Ejaan ( titik dan tanda koma)
3. Penulisan Huruf Kapital
4 Kerapihan Tulisan
No Indikator soal Butir Instrumen
1 Menuliskan Mazmur pasal 119 dengan memilih satu ayat yang berkaitan dengan hidup berpengharapan kemudian menuliskan isi ayat tersebut dengan kata- katanya sendiri.
Tulislah Mazmur pasal 119 dengan memilih satu ayat yang berkaitan dengan hidup berpengharapan kemudian menuliskan isi ayat tersebut dengan kata- kata sendiri.
Rubrik Penilaian :
No Nama Siswa Skor Jumlah
skor
Kemampuan memahami ayat mazmur 119 yang dipilih sesuai atau tidak dengan hidup berpengharapan
(30) Memakai kalimat yang sesuai dengan maksud ayat
(30) Pesan yang tersampaikan dari tulisan tersebut
(40)
1 Yoda Tefnai 30 30 30 90
2 Yudith Mnune 20 20 20 60
3 Eliaser Mnune 20 20 20 60
Teknik : Lisan
Kisi- kisi
No Indikator Soal Butir instrumen
1. Menjelaskan sikap yang dilakukan jika menjadi Simeon dan Monika ! Seandainya kalian itu Simeon dan Monika apa yang akan kamu lakukan untuk terus berpengharapan sekalipun jawaban Tuhan diperoleh dalam jangka waktu yang lama?”
Rubrik Penilain membuat doa,karangan, puisi ataupun slogan :
No Nama Siswa Kesesuian dengan tema
Penulisan Ejaan yang benar
Penulisan huruf kapital
Kerapihan tulisan
Jumlah Nilai
5 5 5 5
1. Yoda Tefnai 5 4 4 4 17 85
Rumus : Jumlah skor benar/ jumlah skor sebenarnyaX 100 = Nilai
Program Remidi dan pengayaan
a. Program Remidial
Sekolah : ........................
Kelas/Semester : ........................
Mat Pelajaran : ........................
Ulangan Harian Ke : ........................
Tanggal Ulangan Harian : ........................
Bentuk Ulangan Harian : ........................
Materi Ulangan Harian : ........................
(KD/Indikator : ........................
KKM : .......................
No Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Ket.
1
2
3
4
dst,
b. Pengayaan
Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik yang sudah menguasai materi sebelum waktu yang telah ditentukan, diminta untuk soal-soal pengayaan berupa pertanyaan-pertanyaan yang lebih fenomenal dan inovatif atau aktivitas lain yang relevan dengan topik pembelajaran. Dalam kegiatan ini, guru dapat mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.
H. Media , Alat , Bahan dan Sumber Belajar
Media : Papan tulis dan spidol dan LCD dan Gambar
Alat : Papan tulis, spidol dan LCD
Bahan : LKPD
Sumber belajar : Buku Guru dan buku siswa kelas 8 revisi 2017 Yethie Bessie, S.Th dan Margiot Tua Butarbutar, Alkitab dan Artikel kisah hidup uskup Agustinus.
Mengetahui
Kepala Sekolah,
Hendra J.D.Sa’u,S.Pd,Gr
NIP. 19850609200903 1 005 Nefotes, 27 Oktober 2020
Guru Mata Pelajaran
Imelda Kefi, S,Th
NIP.-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar